Senin, 27 September 2010

PERKEMBANGAN PADA MANUSIA

A. Masa Balita
Pada bab sebelumnya kamu sudah mempelajari pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan dan hewan. Coba kamu sebutkan
definisi dari perkembangan! Secara harfiah, perkembangan diartikan
sebagai proses menuju kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan
manusia terjadi secara bertahap, yaitu balita, anak-anak,
remaja, dewasa, dan manula.
Balita merupakan kependekan dari anak usia di bawah lima
tahun. Masa balita merupakan tahap pertumbuhan anak mulai dari
bayi sampai usia 5 tahun

B. Masa Anak-anak
Tahapan berikutnya setelah masa balita adalah masa anak-anak, yaitu
usia 6 tahun hingga 10 tahun. Pada masa anak-anak, pertumbuhan fisik dan
mental mulai meningkat. Pertumbuhan meliputi tinggi badan, berat badan
disertai perkembangan koordinasi otot-otot, dan kemampuan mental

C. Masa Remaja
Masa remaja atau masa puber, merupakan masa penghubung antara masa
anak-anak dengan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja
sangat pesat, baik fisik maupun psikologis. Perkembangan yang pesat ini
berlangsung pada usia 11–16 tahun pada laki-laki dan 10–15 tahun pada
perempuan. Anak perempuan lebih cepat dewasa dibandingkan anak laki-laki.
Pada masa pubertas mulai ada rasa tertarik terhadap lawan jenisnya.

Pesatnya perkembangan pada masa puber dipengaruhi oleh hormon seksual.
Organ-organ reproduksi pada masa puber telah mulai berfungsi. Salah satu ciri
masa pubertas adalah mulai terjadinya menstruasi pada perempuan. Adapun pada
laki-laki mulai mampu menghasilkan sperma. Ciri-ciri perubahan tubuh pada masa
remaja dapat dibedakan menjadi ciri kelamin primer dan ciri kelamin sekunder.

1. Ciri-ciri kelamin primer

a. Mulai berfungsinya organ reproduksi

Organ reproduksi pada laki-laki (testis) mulai berfungsi menghasilkan
hormon testosteron. Testosteron berfungsi merangsang testis untuk
menghasilkan sperma.
Organ reproduksi pada perempuan (ovarium) mulai memproduksi
hormon estrogen dan progesteron. Hormon ini memengaruhi perkembangan
organ reproduksi perempuan. Selain itu, juga memengaruhi
ovulasi, yaitu pematangan sel telur dan pelepasan sel telur dari ovarium.

b. Laki-laki mengalami mimpi basah dan perempuan mengalami
menstruasi

Seiring dengan produksi sperma yang meningkat, pada anak lakilaki
terjadi mimpi basah. Mimpi basah pertama dapat dijadikan tanda
bahwa seorang laki-laki telah akil balig.
Organ reproduksi yang telah aktif pada anak perempuan ditandai
dengan terjadinya menstruasi. Ketika memasuki masa pubertas, indung
telur (ovarium) pada perempuan mulai aktif dan mampu menghasilkan
sel telur (ovum).

2. Ciri-ciri kelamin sekunder

Ciri-ciri kelamin sekunder berupa perubahan fisik, terjadi pada laki-laki
dan perempuan. Ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan, antara lain
payudara tumbuh membesar, tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat
kelamin, serta membesarnya panggul. Ciri-ciri kelamin sekunder anak lakilaki
adalah tumbuhnya kumis dan jambang, tumbuhnya rambut di ketiak dan
di sekitar alat kelamin, serta dada menjadi lebih bidang.

Perkembangan fisik pada masa remaja paling pesat di antara tahaptahap
perkembangan manusia. Selain perubahan-perubahan fisik, remaja
juga mengalami perubahan secara psikologis. Perkembangan jiwa pada
masa remaja juga semakin mantap. Pada akhir masa remaja, jiwanya
sudah tidak mudah terpengaruh serta sudah mampu memilih dan
menyeleksi. Remaja juga mulai belajar bertanggung jawab pada dirinya,
keluarga, dan lingkungan. Remaja mulai sadar akan dirinya sendiri dan
tidak mau diperlakukan seperti anak-anak lagi.

D. Masa Dewasa
Tubuh manusia mencapai puncak pertumbuhan dan perkembangan
sempurna pada usia kurang lebih 20 tahun. Pada masa tersebut otot-otot dan
otak telah mencapai kekuatan maksimal. Perkembangan cara berpikir telah
matang. Demikian juga emosinya. Organ reproduksi pada masa dewasa telah
berkembang dengan sempurna.

E. Masa Tua (Manula)
Ketika manusia memasuki usia 40 sampai 50 tahun mulai terjadi banyak
perubahan pada tubuh. Pada masa tua organ-organ tubuh mengalami penurunan
fungsi karena proses penuaan. Penurunan fungsi organ tubuh antara lain
persendian menjadi kaku, tulang menjadi lemah, lensa mata mengeras, dan kulit
kehilangan elastisitasnya. Selain itu, juga terjadi pengurangan kepekaan alat indera,
baik pendengaran, penglihatan, maupun peraba. Orang yang sudah tua lebih
cepat letih, reaksinya semakin lamban, dan daya tahan terhadap penyakit semakin
lemah. Meskipun demikian, perubahan ini terjadi sangat lambat sehingga orang
tidak menyadarinya selama bertahun-tahun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar